Larangan Mencela Makanan

By M. Miftahul Fadilah

Larangan Mencela Makanan

Sifat tercela adalah perbuatan yang tidak disenangi semua orang. Salah satunya contoh sifat tercela adalah mengejek. Mengejek tidak harus kepada manusia juga, bisa juga kepada hewan, tumbuhan bahkan kepada seluruh makhluk hidup. Hanya saja mereka tidak bisa menampakkan diir kalau sedang bersedih. Adapun mengejek makanan itu tidak diperbolehkan dalam islam, karena menyebabkan sakit hati seseorang yang memberi makanan tersebut. Begitu juga makanan itu sendiri, akan menangis sesb telah kita hina.

Seperti sabda Nabi SAW: Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu berkata : “Nabi SAW tidak pernah mencela makanan sediktpun. Jika beliau mau, beliau makan, dan jika tidak suka, beliau meninggalkan.” (HR. Al Bukhory : 5409, Muslim: 2064, dan Abu Dawud 3763. Berkata Asy-Syaikh al-Albaniy: Shahih).

Perlu kalian ketahui makanan itu juga mempunyai perasaan. Semisal kita makan dengan porsi banyak namun kita tetap lapar, itu salah satu tanda kita makan namun makanan tersebut tidak mau mengggap kita kenyang. Adapun penyebabnya adalah karena kita tidak membaca doa sebelum makan. Berbeda halnya jika kita hendak makan dengan membaca doa, meski sedikit namun terasa kenyang, karena kita makan tidak diganggu oleh syatan dan membawa berkah.

Hendaknya kita memuji dan bersyukur atas nikmat Allah berupa makanan tersebut, karena dengan kita makan kita dapat lebih semangat dalam beribadah, mencari ilmu dan melakukan hal yang terpuji agar diridhoi oleh Allah SWT.